WELCOME TO MY BLOG

Kamis, 30 Januari 2014

Hadiah Ulang Tahun yang tak Terlupakan

Pada waktu saya duduk di kelas 4 SD, saya diminta untuk mewakili sekolah lomba matematika berjenjang di mana pesertanya adalah siswa-siswi kelas 5 SD dari tiap sekolah. Dengan dipenuhi keraguan, akhirnya saya memberanikan diri untuk mengikuti lomba tersebut. Di tingkat gugus dan kecamatan, saya berhasil menjuarai lomba tersebut. Hingga akhirnya saya lolos ke tingkat kabupaten.
Tibalah hari lomba tersebut. Pada babak penyisihan, saya menemui beberapa kendala menyelesaikan soal-soal lomba tersebut. Sementara saya melihat peserta lain mengerjakan soal dengan wajah tenang. Di saat itu, saya putus harapan dan merasa sangat sedih dan kecewa hingga saya meneteskan air mata.
Tak disangka, saya masuk ke babak final di urutan ke-2. Saya terkejut sekaligus senang dan bertekad untuk bisa memenangkan lomba ini. Saya maju ke babak final dengan rasa percaya diri yang mulai tumbuh.
Dengan penuh ketegangan, saya menjalani babak final tersebut dalam bentuk cerdas cermat. Serentet pertanyaan terlontar. Dan tak terasa waktu lomba berakhir.
Dengan penuh ketegangan, saya memalingkan wajah ke papan skor. Saya senang bukan kepalang karena ternyata saya mendapat skor tertinggi.
Bagi saya, itu adalah hadiah ulang tahun yang tak terlupakan. Ulang tahun ke 10 yang dipenuhi dengan bermacam rasa. Mulai dari ketakutan, kesedihan, kekecewaan, ketegangan, dan kegembiraan yang amat sangat. Terutama pada saat penerimaan piala, guru-guru dan kakak kelas yang menyaksikan menyanyikan lagu selamat ulang tahun, diikuti oleh peserta yang lain dan juga panitia yang hadir di sana. Dan kejutan selanjutnya yang saya dapat dari panitia adalah ada seorang panitia yang secara spontan memberikan sejumlah uang sebagai hadiah ulang tahun.
Penerimaan Piala


Tidak ada komentar:

Posting Komentar