Setelah main ATV, kami pergi ke wahana permainan 4D. Kami masuk ber-enam dan duduk di kursi lalu memakai kacamata 4D. Kami memilih film Rollercoaster 2. Ramai sekali filmnya, kami merasa seakan-akan kami-lah yang naik Rollercoaster. Film kedua adalah film monster, yang menakutkan menurut saya. Sepanjang film itu di putar, Edwina yang duduk di sebelah saya tidak henti-hentinya berteriak karena ketakutan.
Sudah puas bermain, kami menuju wahana water boom dengan mobil yang disediakan kampung gajah. Wahana water boom ini berada di daerah atas kampung gajah.
Sebelum ganti baju dan main air, kami bermain scooter terlebih dahulu. Wahana scooter itu tak jauh dari wahana water boom. Setelah itu, barulah kami berganti pakaian renang. Setelah berganti baju dan memakai sun block, kami menuju wahana water boom. Karena cuaca pada saat itu sangat panas, jalan pun menjadi sangat panas. Itu membuat kami cepat-cepat lari karena tidak kuat terlalu lama.
Setelah melakukan perjuangan yang cukup panjang, kami sampai di wahana water boom. Adik-adik saya dan saudara-saudara saya menciprati saya dengan air. Lalu, kami menunggu di bawah ember besar menunggu airnya tumpah.
Saya tidak sabar menunggu ember itu tumpah. Karena ukurannya besar, butuh waktu lama untuk mengisi ember itu. Setelah menunggu agak lama, akhirnya air di dalam ember itu pun tumpah mengenai kami semua.
| Air dalam ember tumpah |
Kami bermain di kolam kecil ini cukup lama. Setelah merasa bosan, kami pergi ke tempat lain. Dan kami menemukan kolam ombak. Kami pun masuk ke dalam kolam ombak. Kami menunggu cukup lama. Karena ombaknya tidak selalu ada. Hanya beberapa waktu ombak itu ada.
Akhirnya, ombak pun dinyalakan dan kami semua terombang-ambing. Tak disangka, ombaknya cukup besar. Kami harus berpegangan erat pada ban agar tidak terbawa arus. Meski begitu, kami senang berada di kolam ombak.
| Kolam Ombak |
Kami melihat perosotan perosotan besar. Merasa tertarik, kami pun pergi ke sana. Tetapi, yang terjadi adalah.... Rasa panas kembali menyiksa kaki kami! Lantainya panas sekali. Untungnya, karena salah satu permainan perosotannya ada yang menggunakan papan busa, kami mengambil papan itu. Jika kaki kami terasa panas, kami akan menaruhnya di kaki kami, lalu berjalan lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar